NEWS UPDATE :  

BERITA

GAYA KEPEMIMPINAN NABI MUHAMMAD SAW dan MUHAMMADIYAH

oleh:furqon169@gmail.com
Kepemimpinan merupakan salah satu aset yang meskinya dimiliki oleh setiap calon para pemimpin yang ingin menjadi seorang pemimpin. Masing-masing pemimpin mempunyai gaya atau khas sendiri-sendiri dalam memimpin sebuah organisasi atau lembaga terlebih dalam organsasi besar. Gaya kepemimpinan terbagi kedalam 5 model, yaitu Kharismatik, Demokratis, Militeristis, Otokratis, dan Paternalistis. Dari ke-5 model tersebut masing-masing kepemimpinan memiliki pengikutnya. Dan seorang pemimpin yang paling sukses juga paling yang di dunia ini ialah Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam. Siantara sebab keberhasilan Beliau karena ia mampu mengkombinasikan ke-5 model kepemimpinan tersebut sehingga gaya kepemimpinan yang dianut oleh beliau menjadi paripurna. Kharismatik merupakan gaya kepemimpinan yang memiliki energi, daya tarik dan perbawa yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain sehingga ia memiliki pengikut yang sangat besar. Adapun kepemimpinan demokratis lebih berorientasi kepada manusia, dan memberikan bimbingan terhadap pengikutnya. Kepemimpinan ini menghargai setiap individu mendengarkan nasihat dan sugesti bawahan dan bersedia mengakui keahlian bidang masing-masing. Sedangkan gaya kepemimpinan yang militeristis adalah pemimpin yang memiliki sifat-sifat di mana dalam memimpin ai lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando dan menghendaki ketaatan mutlak dari bawahan. Sementara otokratis adalah kepemimimpinan yang dictator atau direktatif. Lain halnya dengan kepemimpinan paternalistis. Kepemimpinan ini menganggap bawahannya manusia yang belum dewasa atau anak-anak sendiri yang perlu dikembangkan. Sepanjang sejarah kepemimpinan tidak ditemukan ada satu ceritapun yang menggambarkan kecacatan yang pernah Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam lakukan. Hal ini karena beliau mampu mengombinasikan semua model-model kepemimpinan di atas, kendatipun adanya kelemahan dan kelebihan masing-masing gaya kepemimpinan adalah sesuatu yang lumrah. Selain itu, sesuatu yang tidak bisa dilupakan adalah kepribadian beliau dan anugrah besar yang ia dapatkan. Kepemimpinan Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam merupakan anugrah tersendiri atau keistimewaan yang diberikan Allah kepada Rasulul-Nya. Karena pada dasarnya Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam adalah utusan terakhir bagi seluruh umat atau pemimpin manusia sampai akhir zaman. Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam sebagai teladan sosok seorang pemimpin sempurna. Beliau mampu mengkombinasikan antara akhlakul karimah dengan model kepemimpinan yang ada. Dengan kekuatan tersebut, risalah kenabian dapat tersebarkan keseluruh penjuru dunia. Walaupun demikian, karena kemuliaannya yang dibimbing dengan wahyu ilahi, beliau tidak ada rasa takjub dan takabbur apalagi membanggakan diri. Itulah yang membedakan kepemimpian Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam dengan pemimpin-pemimpin yang ada saat ini. Rasa haus akan jabatan, harta, dan hal-hal yang menurut pandangan mereka dapat meraih segala apa yang diinginkannya. Dari sebab itu, jika ada pertanyaan gaya kepemimpinan yang bagaimana yang harus kita jalankan? maka dari 5 poin gaya kepemimpinan tersebut diatas kepemimpinan Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam-lah gaya kepemimpinan yang keenamnya. Hal ini dikarenakan Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam-lah sosok pemimpin yang sudah diakui oleh dunia dalam segala hal, baik dari segi akhlak maupun yang lainnya. Sudah seyogianya kita sebagai umatnya menjadikan Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam sebagai suri tauladan yang baik. Perinsip-prinsip kehidupan yang kita pijak harus selalu diusahakan ada dalam rel yang diajarkannya. Mencontoh setiap sela-sela kehidupan beliau Sallallahu 'alaihi wasallam, baik dalam hal ibadah, mu’amalah jua dalam hal kepemimpinan. Allah Berfirman: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Ql Qhzab[33]:21) Kini sebuah organisasi telah menjelma dalam meniti meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wasallam, organiasai yang dikenal besar bukan sekedar karena jumlah angota dan simpatisannya yang banyak, namun karena amal usahanya juga banyak dan tersebar hampir menjamah keseluruh penjuru nengri. Organisasi yang selalu istiqomah sesuai jati dirinya dalam memajukan kehidupan umat, bangsa dan dunia kemanuasiaan sebagai wujud menyebaraluaskan Islam yang bercorak rahmatan lil ‘alamin. Organisasi Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan (1868-1923) pada tanggal 18 November 1912 di Yogyakarta. Beliau nmenjadikan bijakan atau dasar gerakan dakwahnya mengacu pada Al Qur’an Surat Ali Imran ayat 104: وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (Q.S. Ali Imran:104) Muhammadiyah dikenal organisasi besar juga karena didalamnya terdapat para tokoh atau pemimpin pejuang Islam yang hebat. Keorganisasian yang tersusun rapi terutama dalam tatanan struktur organisasi dan kepeminpinannya. Adapun susunan organisasi dan kepeminpinan Muhamadiyah adalah sebagai berikut: Struktur Organisasi Muhammadiyah terdiri atas: 1. Ranting, meupakan kesatuan anggota dalam satu tempat atau kawasan; 2. Cabang, meupakan kesatuan ranting tempat; 3. Daerah, meupakan kesatuan cabang dalam satu kota atau kabupaten; 4. Wilayah, adalah kesatuan cabang dalam satu propinsi; 5. Pusat, adalah kesatuan wilayah dalam satu negara; 6. Pimpinan Muhammadiyah. Adapun Struktur Pimpinan Muhammadiyah terdiri dati: 1. Pimpinan Pusat Muhammadiyah adalah pimpinan tertinggi yang memimpin Organisasi Muhammadiyah secara keseluruhan 2. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) adalah pimpinan dalam tingkat wilayah. 3. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) adalah pimpinan dalam tingkat daerah. 4. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) adalah pimpinan dalam lingkup cabang. 5, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PWM) adalah pimpinan dalam rantingnya serta melaksanakan kebijakan pimpinan diatasnya. Spirit dakwah Muhammadiyah berupaya mengembalikan kehidupan umat Islam kepada tuntunan Al- Qur’an dan Al-Hadits. Gerakan pembaharuan yang khas Muhammadiyah miliki merupakan salah satu penunjang cepat menjalar dan berkembangnya organisasi ini. Hal yang tak akan lepas dari pergerakan Muhammadiyah adalah peran para pimpinan organisasi atau tokoh yang amanah. Selalu menjunggung tinggi nilai-nilai Islam dan berupaya miniti dan meneladani kepemimpinan Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam. Adapun diantara para tokoh yang pernah memimpin tersebut seperti K.H. Ahmad Dahlan, Beliau pendiri sekaligus pimpinan organisasi. Dengan kegigihan dan ketulusannya membela dan memajukan bangsa dan Negara, beliau dianugrahi gelar sebagai Pahlawan Nasional. Berikitnya adalah K.H Ibrahim. Beliau mendapat amanah langsung dari K.H. Ahmad Dahlan guna melanjutkan tongkat kepemimpinan Muhammadiyah yang dikukuhkan pada bulan Maret 1923. Tokoh-tokoh muhammadiyah lainnya adalah Panglima Besar Jendral Sudirman , K.H Mas Mansur, Ki Bagus Hadikusumo Mr. Kasman Singodimejo, K.H Faqih Usman, K.H. A.R. Fachruddin, K.H A.Azhar Basyir, MA, Buya Hamka dan beberapa tokoh yang lainnya seperti Dr. H.M. Amien Rais, M.A. Prof. Dr. A. Syafii Maarif, Prof.Dr. Din Syamsudin dan saat ini adalah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. Mereka adalah para pemimpin yang memliki corak, gaya kepemimpinan masing-masing. Sebagai pemimpin, mereka mempunyai keperibadian mulia yang selalu melekat sebagaimana yang melekat dan diajarkan oleh pemimpin terbaik dunia Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wasallam seperti Sifat shidik (benar), tablig (menyampaikan), amanah (dapat dipercaya), fathanah (cerdas), istiqomah (melakuna kebaikan secara terus menerus), sederhana (cukup atau tidak berlebihan) dan bersahaja dalam memimpin atau rendah hati kepada siapapun. Daftar Pustaka : 1). Amrozi, Shoni Rahmatullah. 2012. The Power of Rasulullah’s Jogjakrta: Sabil 2).Hudi, Muhammad. Pendidikan Kemuhammadiyahan untuk SD/MI Muhammadiyah Surabaya: Majlis Dikdasmen PWM Jatim. 2019 3). Pendidikan Kemuhammadiyahan untuk SD/MI Muhammadiyah Surabaya: Majlis Dikdasmen PWM Jatim. 2019. 4).Nurhasanah Anwar, Pendidikan Kemuhammadiyahan untuk SD/MI Muhammadiyah. Surabaya: Majlis Dikdasmen PWM Jatim, 2016.